Kamis, 14 Juni 2012

Hasil Sensus Populasi Badak Jawa


Sensus populasi badak jawa telah dilaksanakan sejak Mei hingga Juni 2010 kemarin. Sensus badak jawa ini menggunakan peralatan canggih dengan memasang 60 kamera pengintai (camera trap) dan melibatkan 70 orang dari Balai TNUK, Institut Pertanian Bogor, WWF, dan Yayasan Badak Indonesia. Hasil sensus kali ini hanya berhasil merekam 6 ekor badak jawa.
Sensus populasi badak jawa (Rhinocerus sondaicus) dengan menggunakan metode kamera pengintai (camera trap) merupakan yang pertama kali coba dilakukan.
Sensus Badak Jawa Sebelumnya. Sejak tahun 1962, telah dilakukan sensus terhadap populasi badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon. Ketika itu sensus badak dilakukan dengan metode schenkel atau track count with strip method (menaksir jumlah populasi dan klasifikasi umur badak berdasarkan perhitungan jejak atau tapak kaki).
Badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon yang tertangkap kamera trap (gambar: kompas)
Namun penggunaan metode schenkel dalam sensus populasi badak jawa disinyalir kurang akurat karena faktor kesalahan pada manusia yang kurang ketelitian. Selain itu, kondisi alam juga berpengaruh terhadap tapak kaki badak yang tercetak ditanah. Ketika musim hujak tapak itu akan segera hilang tersiram air sehingga luput dari penelitian.
Hasil sensus jumlah badak jawa dengan menggunakan metode schenkel selama 10 tahun terakhir tidak kurun mengalami perubahan. Populasi badak jawa stagnan pada kisaran antara 50-60 ekor.
Karena itu, mulai tahun 2010, sensus badak jawa (Rhinocerus sondaicus) dilakukan dengan menggunakan metode camera trap. Dengan menggunakan metode ini diyakini tingkat akurasinya jauh lebih baik bahkan bisa mencapai 90%. Sensus ini dilaksanakan pada tanggal 18-23 Mei 2010 (pemasangan kamera) dan 9-12 Juni (pengambilan kamera).
Sensus badak jawa dengan menggunakan metode camera trap yang diyakini lebih akurat dan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari Balai TNUK, WWF, Institut Pertanian Bogor (IPB), Yayasan Badak Indonesia, dan masyarakat setempat ternyata hanya mampu menangkap keberadaan 6 ekor badak jawa.
Jangan-jangan memang hanya enam ekor badak jawa (Rhinocerus sondaicus) itu yang tersisa di taman nasional Ujung Kulon (TNUK)?. Semoga tidak. Kita anggap saja bahwa pemasangan kamera yang hanya 1 bulan itu sebagai uji coba. Lantaran sensus populasi badak jawa, perlu waktu yang jauh lebih lama.
“Untuk 2010 kita telah mengusulkan methode blok dalam pemasangan kamera dan waktu yang digunakan untuk kegiatan sensus selama setahun penuh atau 12 bulan,” katanya Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulong (TNUK) Pandeglang Agus Priambudi sebagai mana dilansir Alamendah’s Blog dari Antara.
Klasifikaksi Ilmiah Badak Jawa: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Subfilum:Vertebrata. Kelas: Mammalia. Ordo: Perissodactyla. Superfamili: Rhinocerotides. Famili:Rhinocerotidae. Genus: Rhinoceros. Spesies: Rhinoceros sondaicus (Desmarest, 1822)

Tidak ada komentar: