Senin, 16 Juli 2012

Daftar Warisan Budaya Indonesia yg diakui UNESCO


Indonesia dikenal dengan surganya beragam kekayaan alam dan budaya. Tak terhitung  jumlahnya, sehingga sering membuat banyak negara lain menjadi iri. Tak jarang banyak sudah budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain. Hal ini menjadi  ” PR” yang berat terutama bagi kembudpar.
Akhir-akhir ini kemenbudpar tengah gencar mendaftarkan budaya-budaya bangsa untuk di akui di UNESCO. Banyak sekali keuntungan yang didapat, diantaranya jadi ada rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Meningkatkan citra Indonesia di mata masyarakat internasional, mendapatkan perhatian badan  dan pemerhati kebudayaan internasional, serta negara dapat mengajukan permohonan bantuan dana Konvensi 2003 khusus bagi warisan budaya yang masuk dalam daftar yang memerlukan perlindungan mendesak.
Tapi untuk mendaftarkannya saja sangat berat, karena tiap negara hanya diperbolehkan mendaftarkan 3 saja, itupun sudah melibatkan ribuan orang. Apalagi bila mendaftarkan semuanya.
Berikut daftar warisan budaya yang telah disetujui Unesco :
1. Candi Borobudur (1991)
2. Candi Prambanan (1991)
3. Taman Nasional Komodo (1991)
4. Taman Nasional Ujung Kulon (1991)
5. Situs Sangiran (1996)
6. Taman Nasional Lorentz Papua (1999)
7. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra (2004)
8. Wayang Indonesia (2003)
9. Keris Indonesia (2005)
10. Batik Indonesia (2009)
11. Angklung Indonesia (2010)
yang tengah didaftarkan :
Tari tradisi Bali
sebagai nominasi daftar representatif  budaya tak benda

Noken atau Kerajinan tangan masyarakat Papua
sebagai nominasi daftar yang memerlukan perlindungan mendesak

Taman Mini Indonesia Indah
sebagai nominasi penciptaan ruang budaya untuk perlindungan, pengembangan dan pendidikan warisan budaya.
»»  READMORE...

Kamis, 12 Juli 2012

Budaya Indonesia yang pernah diklaim Malaysia


Malaysia pernah mengklaim beberapa kebudayaan Indonesia sebagai warisan budaya Negeri Jiran tersebut. Malaysia kembali mengklaim salah satu kebudayaan Indonesia sebagai budayanya dengan mendaftarkan tarian tor-tor dan alat musik Gordang Sambilan (sembilan gendang) dalam Seksyen 67 sebagai Akta Warisan Kebangsaan 2005.
"Tarian tersebut harus dipertunjukkan dengan gendang dan dimainkan di depan publik sendiri," kata Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Dr Rais Yatim seperti dilansir dari Bernama, Sabtu (16/6).
Tor-tor merupakan salah satu tarian yang dimiliki oleh masyarakat suku Batak, Sumatera Utara. Tari tor-tor memiliki sejarah panjang bagi masyarakat Indonesia khususnya Sumatera Utara. Tidak sedikit masyarakat adat di Sumatera Utara percaya tarian itu sebagai ritual yang berhubungan dengan pemanggilan roh. Roh tersebut dipanggil kembali dan masuk ke dalam patung-patung batu karena mereka percaya ini merupakan simbol penghormatan terhadap leluhur.

Tari tor-tor bisa diiringi dengan iringan musik magondangi. Tarian itu bisa dilakukan saat menjamu tamu adat. Tarian ini dimainkan dengan dibarengi alat-alat musik tradisional seperti gondang, suling, terompet batak. Tarian tor-tor adalah kebudayaan tanah air ke sekian kali yang pernah diakui oleh Malaysia.
Sebelumnya, ada beberapa kebudayaan Indonesia yang diklaim Malaysia, antara lain :
1. Batik, United Nations Education Social and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan batik sebagai bentuk budaya bukan benda warisan manusia atau UNESCO representative list of intangible cultural heritage of humanity.
2. Tari Pendet, Malaysia mencantumkan Tari Pendet sebagai iklan visit year.
3. Wayang Kulit, Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).
4. Angklung, alat musik khas Sunda itu terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.
5. Reog Ponorogo, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain menyatakan bahwa Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya asli negara itu, akhir November 2007.
6. Kuda Lumping, meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Malaysia dan Singapura.
7. Lagu Rasa Sayange, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia pada tanggal 11 November 2007.
8. Bunga Rafflesia Arnoldi
9. Keris, terdapat satu panel relief Candi Borobudur (abad ke-9) yang memperlihatkan seseorang memegang benda serupa keris.
10.Rendang Padang, tetapi tidak ada satu pun catatan sejarah yang mengungkap bahwa rendang adalah produk asli Malaysia.
11. Lagu Soleram dari Riau
12. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi

13. Alat Musik Gamelan dari Jawa
15. Tari Piring dari Sumatera Barat
16. Lagu Kakak Tua dari Maluku
17. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara
18. Badik Tumbuk Lada
19. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat
20. Kain Ulos
21. Lagu Jali-Jali
»»  READMORE...

5 Kebanggaan Indonesia dalam Warisan Budaya Dunia


[UNIKNYA.COM]: Proklamasi Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Kemaanusia dilakukan Direktur Jenderal UNESCO sejak tahun 2001 untuk meningkatkan kesadaran tentang warisan budaya tak benda, dan mendorong masyarakat setempat agar ikut melestarikan warisan budaya beserta tokoh-tokoh lokal yang memelihara bentuk-bentuk ekspresi budaya tersebut.
Karya budaya tak benda milik Indonesia yang sudah dan akan diakui UNESCO yakni wayang (masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity, 2003), keris (masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity, 2005), batik (representatif list of the intangible cultural heritage of humanity, 2009), dan angklung (representative list of the intangible cultural heritage of humanity dan Tari Saman. Berikut 5 profil yang uniknya.com paparkan:

1. Wayang
Wayang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia pada tahun 2003. Wayang sebagai “Karya Agung Budaya Dunia” yang diakui oleh UNESCO bukan hanya wayang Jawa tapi wayang Indonesia, termasuk wayang Bali, wayang golek Sunda, wayang Lombok, dll. Cerita-cerita yang dimainkan berkisah tentang dewa-dewi, persilatan, percintaan dan kepahlawanan yang pertunjukkannya selalu diiringi dengan musik gamelan. Sang dalang dalam pertunjukan wayang sangat pandai membawa suasana emosi penonton mulai dari serunya peperangan sampai cerita lucu yang dibawakan sang dalang sampai membuat penonton tertawa. Tahun 1950-1960-an adalah puncak kejayaan wayang yang diakui para peneliti Barat, sebagai seni pertunjukan terindah di dunia.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

2. Keris
UNESCO menyatakan Keris sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tanggal 25 November 2005. Keris merupakan senjata tradisional Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan supranatural. Raja-raja di nusantara menjadikan keris menjadi senjata pusaka. Keris telah digunakan sejak abad ke-9 dibuat dengan logam dan gagangnya dibuat dari tulang, tanduk atau kayu. Keris dibuat dari logam yang berkualitas. Keris Kuno bahkan logamnya berasal dari meteor yang jatuh ke bumi. Para Peneliti menyebut bahwa keris kuno mengandung unsur logam titanium suatu bahan yang baru pada abad 20 digunakan sebagai bahan pelapis kendaraan angkasa luar, tapi ternyata para Mpu pembuat keris telah menemukannya terlebih dahulu sebagai bahan pembuat keris.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

3. Batik
Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Batik dihasilkan dengan proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun dengan menggunakan lilin panas dengan menggunakan canting. Batik biasanya digambar pada kain katun dan sutra. Kesenian batik telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya.
Menurut Prof. Yohanes Surya, PhD, ahli fisika Indonesia, Batik adalah lukisan tentang alam dan dinamikanya. Berbeda dengan para pelukis naturalis yang melukis alam persis seperti apa yang dilihatnya, para pencipta batik melukis alam dari sisi yang lebih dalam. Pencipta batik mencari pola dasar dari suatu fenomena yang dilihatnya itu. Dari pola dasar ini ditambah dengan beberapa aturan sederhana, pencipta batik dapat menghasilkan lukisan batik. Butuh suatu kejeniusan untuk melihat pola dasar dan mencari aturan ini.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

4. Angklung
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

5. Tari Saman 
Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.
Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncangkireplingang,surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo) Tari Saman dari Gayo Lues dan sekitarnya di Provinsi Aceh resmi diakui dan masuk dalam daftar warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak UNESCO, pada Sidang akbar tahunan yang dihadiri lebih dari 500 anggota delegasi dari 69 negara, LSM internasional, pakar budaya dan media di Bali pada 22 sampai 29 November 2011 lalu.(**)

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

Sumber: wikipedia.org, uniknya.com, Desember 2011
»»  READMORE...

5 Budaya Indonesia yang Diklaim Malaysia (Bagian II – Habis)


[UNIKNYA.COM]: Mengambil kutipan Ruhut Sitompul, “Malaysia itu tidak memiliki banyak budaya seperti kita, maka dari itu dia membutuhkan identitas.” Sudah pasti itu alasan mengapa Malaysia mendaftarkan banyak kebudayaan asal Indonesia di situs resmi Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia heritage.gov.my. Termasuk di dalamnya Reog Ponorogo, Wayang Kulit, Tari Pendet, dll. Setelah lima kebudayaan yang dibahas pada artikel sebelumnya, mari kita bahas lima kebudayaan Indonesia lainnya yang diklaim Malaysia.

1. Reog Ponorogo
Dalam situs heritage.gov.my, ada gambar Reog Ponorogo dan situs itu menjelaskan bahwa tarian tersebut berasal dari Malaysia dengan nama Tari Barongan. Namun, pada akhir November 2007, Dubes Malaysia untuk Indonesia Datuk Zanal Abidin Muhammad Zain menyatakan negaranya tidak mengklaim Reog Ponorogo sebagai budayanya. Dan akhirnya Pemerintah Jawa Timur berupaya mendaftarkan Rego Ponorogo untuk mendapatkan hak paten tingkat dunia.
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

2. Angklung
Angklung adalah budaya khas dari masyarakat Sunda, Jawa Barat, Indonesia. Warisan leluhur ini juga pernah diklaim oleh Malaysia. Dalam situs www.musicmall_asia.com disebutkan bahwa angklung berasal dari Malaysia tepatnya berada di kota Johor. Musik angklung merupakan pengiring kesenian kuda kepang. Namun, sama halnya dengan Tari Reog, pemerintah Malaysia pun membantah melakukan klaim atas alat musik khas Jawa Barat tersebut.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

3. Kuda Lumping
Kuda lumping adalah tarian khas Jawa, Indonesia. Namun beberapa kaum Jawa yang pindah ke Singapura juga mewariskan tarian ini pada generasinya di Singapura. Namun kuda lumping ini tetap budaya Indonesia. Pada tahun 2009, kebudayaan asal Jawa Timur ini diklaim juga oleh Malaysia. Mengutip dari liputan6.com, “
Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan, jangan terlalu cepat terpancing emosi karena hal ini…Negeri tetangga lebih menghargai kesenian Indonesia, bahkan selalu ingin memilikinya. Tidakkah hati kita terusik oleh hal ini? Masyarakat seharusnya bisa lebih menyadari dan berusaha untuk menjaga kelestarian budaya nusantara.”
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka
4. Keris
Keris adalah salah satu senjata para raja Majapahit. Wilayah yang paling banyak memakai keris adalah Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, Pesisir Kalimantan dan Sulawesi. Senjata ini pun diklaim Malaysia sebagai warisan budayanya. Bukti keris merupakan budaya Indonesia terdapat di Candi Borobudur. Dalam satu panel relief Candi Borobudur ( abad ke – 9 ) yang memperlihatkan seseorang memegang benda serupa keris.
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka
5. Gamelan Jawa
Klaim yang terakhir adalah Gamelan Jawa yang sudah jelas-jelas merupakan warisan kebudayaan Jawa. Gamelan ini terdiri dari berbagai macam alat musik. Selain bonang, gong, ada pula rebab dan alat musik lainnya yang biasanya mengiringi wayang. Malaysia mengklaim gamelan sebagai budayanya lewat situs heritage.gov.my.
Selain apa yang telah dipaparkan dalam dua artikel ini, masih banyak lagi budaya Indonesia yang diklaim Malaysia, seperti Tari Piring, Ulos, dll. selain itu beberapa lagu tradisional Indonesia pun mengalami hal yang serupa, seperti Lagu Rasa Sayange, Soleram dari Riau, Lagu Injit-injit Semut dari Jambi, Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara, dan Lagu Jali-jali.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

Sumber: berbagai sumber, uniknya.com, Juni 2012
»»  READMORE...

5 Budaya Indonesia yang Diklaim Malaysia (Bagian I)


 Ada apa dengan Indonesia dan Malaysia? Satu sisi, pihak Indonesia merasa satu persatu kebudayaannya dipreteli oleh negara tetangganya. Sisi lain, pihak Malaysia mengklaim kebudayaan-kebudayaan tersebut adalah warisan leluhur negeri Jiran tersebut. Mulai dari Batik sampai yang terbaru alat Gondang Sambilan dan tarian Tor-tor. Uniknya.com mengutip dari mediaindonesia.com bahwa Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, mensinyalir Malaysia mengklaim semua terkait budaya melayu adalah milik Malaysia. Malaysia mengidentikkan dirinya sebagai melayu. Jadi semua terkait dengan melayu adalah milik Malaysia. Ia pun telah menyampaikan saran kepada pemerintah untuk segera merespon secara serius hal yang akan menghilangkan identitas dan warisan kebudayaan Indonesia ini. “Hal ini sudah saya sampaikan pada rapat dengan Menteri Luar Negeri,” katanya (18/6).

Di sisi lain, Indonesia sendiri secara perlahan menjauh dari ke-melayuan-nya. Budaya melayu jarang ditampilkan di kancah internasional. “Selama ini, budaya dan kesenian yang ditampilkan Indonesia pada misi kebudayan di forum internasional, lebih banyak budaya Jawa, Bali, dan Papua, tetapi budaya Melayu jarang ditampilkan,” katanya. Lebih jauh lagi, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (Wasekjen PKS) ini mengatakan di Arab Saudi sudah terbangun opini bahwa melayu itu adalah Malaysia, sedangkan Indonesia tidak dikenal sebagai melayu. Nah lho!
Mari kita ingat kembali kebudayaan-kebudayaan apa sajakah yang diklaim oleh Malaysia. Dan, apakah benar promosi budaya-budaya melayu yang diklaim Malaysia ini sudah menjadi asing bagi kita sehingga kita pun selalu kecolongan?

1. Tari Tor-tor dan Gordang Sembilan

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

Berita yang paling hangat adalah klaim Malaysia terhadap tari Tor-tor dan Gondang Sembilan. Menteri Informasi, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia Datuk Seri Rais Yatim, berencana meregistrasi tari Tor-Tor dan Gondang Sambilan sebagai peninggalan nasional Malaysia. Hal ini spontan mengejutkan kita karena yang selama ini kita tahu bahwa tarian ini adalah berasal dari Sumatera Utara, tepatnya dari Mandailing. Apakah pembaca uniknya tahu bahwa tarian ini berasal dari daerah tersebut? Atau baru tahu setelah berita ini muncul?
Dikutip dari tempo.co (19/6) Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan bahwa Malaysia tak pernah mengakui bahwa mereka klaim tari tor-tor adalah budaya asli Malaysia. Tapi budaya tersebut pernah dibawa oleh orang Indonesia dan berkembang di negara Malaysia.
Dia mengatakan  persoalan kebudayaan harus dilihat akar masalahnya. “Banyak etnis masyarakat Indonesia yang bermukim di Malaysia dan menjadi warga negara Malaysia. Mereka mempertahankan budaya yang mereka bawa ke tempat baru, sehingga seni budaya tersebut berkembang,” kata Marzuki.
Karenanya, Marzuki minta masyarakat tidak terpancing klaim tarian Tor-tor dan alat musik gondang 9 (sembilan gendang). “Kita jangan marah, kita buktikan saja dengan sejarah tari Tor-tor yang berada di Malaysia berasal dari Indonesia,” ujarnya.
Nah, jelaskan sekarang permasalahannya terletak dimana?
2. Batik
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

Sebelum sepopular sekarang, batik  juga mengalami hal serupa seperti tarian Tor-tor. Batik diklaim oleh Malaysia sebagai warisan kebudayaan mereka pada tahun 2009. Alhasil, Indonesia akhirnya mencantumkan batik sebagai Warisan Budaya tak Benda (Intangible Cultural Heritage) di UNESCO pada 2 Oktober 2009. Dan semenjak itu pula, batik menjadi semakin jauh lebih popular di Indonesia; dikenakan saat akhir pekan di kantor-kantor, terapan desain dengan gaya modern, penjualan batik di outlet-outlet, dll.
3. Rendang Padang
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

Makanan asli Padang ini sudah tidak diragukan lagi kenikmatannya. Rendang menjadi salah satu dari sepuluh makanan paling enak di dunia versi CNNGo. Makanan ini sudah tembus ke benua Eropa dan seluruh belahan bumi lainnya. Namun, yang menembus ke Eropa tersebut adalah rendang buatan Malaysia. Lho apa bedanya dengan rendang Indonesia? Ternyata, rasa rendang Indonesia dengan Malaysia itu beda. “Kalau bicara rendang, ya rendang asli cuma di Indonesia. Kalau versi Malaysia , diolahnya cenderung setengah matang,” ucap pecinta kuliner Bondan Winarno, awal tahun ini.
Ya, tahun kemarin, Malaysia telah mengklaim rendang adalah budaya warisannya. Untuk beberapa kalinya, negara tetangga itu membuat geram masyarakat Indonesia. Pemerintah pun menghimbau agar kita tidak langsung ribut, lebih baik segera mematenkan rendang melalui United Nations Education Social and Cultural Organization (UNESCO).
“Rendang menyusul setelah tari Saman, tari Bali, TMII, dan Noven (tas asli Papu), yang akan disyahkan 22 November 2011 nanti di Bali,” kata Menbudpar Jero Wacik di Jakarta, Selasa (13/9/2011) kemarin.
4. Wayang Kulit
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka

Dikutip dari VIVAnews.com, situs resmi pemerintah Malaysia warisan.gov.my, Senin, 28 September 2009, memasukkan Wayang Kulit sebagai warisan kebangsaan Malaysia yang termasuk dalam kategori kebudayaan. Wayang Kulit tersebut telah didaftarkan pada 23 Februari 2009.
Menteri Kebudayaan mereka Dr Rais Yatim mengungkapkan bahwa wayang kulit, yang sering dipentaskan di Malaysia, tak ada urusannya dengan Indonesia karena kesenian itu berasal dari tradisi Hinduisme.
5. Tari Pendet
Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video...Buka
Dikutip dari ciricara.com, salah satu warisan budaya Indonesia yang pernah diklaim Malaysia adalah tari Pendet. Malaysia mengklaim tari pendet sebagai iklan promosi kunjungan ke Malasyia “Visit Malaysia Years”. Padahal sudah jelas, tari pendet adalah budaya dari Bali, Indonesia.
Ada yang menarik dari pendapat Budayawan, Radhar Panca Dahana, terkait klaim Malaysia terhadap budaya-budaya Indonesia. Ia mengatakan pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya merupakan kesalahan pemerintah Indonesia sendiri. “Ya tidak apa-apa lah, kita juga suka mengambil budaya lain untuk untuk promosi,” katanya kepada Republika, Rabu (19/8/2009).
Ia menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau refleksi. Ia menilai kita terluka dan malu, karena kita sadar sebagai pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. “Selama ini kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli,” ujarnya. Nah Lho. Ayo Indonesia, apa langkah kita selanjutnya?
»»  READMORE...